Sunday, 27 April 2014

Teh VS Kopi Mana yang Lebih Baik ?



Terlepas dari perbedaan antara kopi dan teh, keduanya memiliki manfaat yang baik bagi tubuh, selama dikonsumsi dengan bijaksana.

kopi,minuman(Thinkstockphoto)
Teh dan kopi adalah minuman yang populer saat ini. Minuman tersebut dapat meningkatkan suasana terutama ketika berkumpul dengan teman dan keluarga. Mana yang lebih baik menurut Anda, teh atau kopi?
Mari simak perbedaan dari kedua minuman tersebut.
Kadar kafein.
Meskipun keduanya mengandung kafein, tapi kandungan kafein kopi jauh lebih besar. Kandungan kafein dalam secangkir teh sekitar 55 miligram, sementara dalam secangkir kopi mencapai 125 – 128 miligram. Kandungan kafein dalam teh membantu meningkatkan konsentrasi. Sementara dalam kopi dapat meningkatkan kecemasan.

Pencegahan kanker.
Penelitian menunjukkan mengonsumsi  teh dalam jumlah yang tepat dapat membantu melawan kanker dan penyakit kardiovaskular. Beberapa penelitian juga mengungkapkan kopi ampuh untuk mencegah kambuhnya kanker payudara dan mencegah kanker prostat. Satu lagi penelitian menyebutkan bahwa tingkat kanker di negara-negara Asia jauh lebih rendah daripada Amerika Serikat, salah satu faktor pendukung karena tingginya asupan teh.
teh,minumanIlustrasi teh. (thinkstockphoto)
Meringankan sakit.
 Senyawa dalam teh membantu kita dari gangguan inflamasi dan arthritis. Fungsinya yang lain dapat mengurangi pembentukan darah. Kopi juga dikenal mampu memberikan bantuan penderita  asma dan penyakit Parkinson.

Efek antioksidan.
Teh dan kopi keduanya mengandung antioksidan, tapi berbeda fungsi. Dalam teh, antioksidan melindungi tubuh dari radikal bebas, mengurangi stres dan kadar kolesterol dalam tubuh. Sementara antioksidan dalam kopi mengatur kadar gula dan mencegah batu empedu.

Tempat asal.
Awalnya tanaman teh berasal dari Cina dan India. Sementara kopi berasal dari Ethiopia dan bagian lain dari benua Afrika.
Terlepas dari perbedaan antara kopi dan teh, keduanya memiliki manfaat yang baik bagi tubuh, selama dikonsumsi dengan bijaksana. Minumlah secara moderasi dan jangan tambahkan gula atau apapun ke dalamnya.

(K. Tatik Wardayati, Sumber: Intisari-online.com)


5 Manfaat Bagi Kalian menggunakan kacamata hitam


 http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/kacamata-selebritas-dunia-_130218064721-531.jpg


Mata adalah organ penting dan vital dalam kehidupan. Tidak bisa dibayangkan jika mata kita mengalami gangguan. Sudah pasti akan menghalangi segala aktivitas sehari-hari. Banyak pula masyarakat yang mengalami gangguan ringan pada mata, tapi tidak menggunakan kacamata selama menjalani aktivitas sehari-hari karena faktor ketidak tahuan alasan memakai kacamata. Bahkan, kebanyakan masyarakat menggunakan kacamata setelah proses penglihatannya memburuk. Parahnya, sebagian besar masyarakat tidak menyadari adanya gangguan atau penurunan fungsi penglihatan.
Maka dari itu, sangat penting bagi Anda untuk memeriksakan mata kepada dokter mata secara rutin. Tujuannya untuk memastikan kondisi kesehatan mata, apakah masih dalam keadaan sehat atau tidak serta mengetahui berbagai alasan penting penggunaan kacamata. Meskipun terjadi penurunan fungsi, tetapi dapat diminimalisasi menjadi gangguan yang parah jika dilakukan pemeriksaan secara rutin.
Penggunaan kacamata sangat penting, terutama bagi mereka yang bekerja sebagai sopir atau pekerja kantoran yang setiap hari harus bekerja di depan monitor computer. Coba bayangkan jika seorang sopir yang mengalami gangguan mata mengemudikan kendaraan yang berisi penumpang. Tentunya sangat membahayakan penumpangnya.

Berikut alasan-alasan bagi Anda untuk memakai kacamata.

1. Menyipitkan Mata Saat Melihat Sesuatu
Sering menyipitkan mata saat memandang atau melihat sesuatu merupakan tanda tunggal bahwa seseorang membutuhkan kacamata. Hal ini paling sering dilakukan saat ingin melihat benda dalam jarak jauh. Saat Anda menyipitkan mata berarti memperkecil ukuran pupil mata. Nah, kita tahu bahwa pupil berfungsi sebagai tempat keluar-masuknya cahaya agar suatu benda dapat terlihat. Alhasil, ukuran pupil yang kecil berarti mengurangi penglihatan yang kabur.
2. Sering Sakit Kepala
Sakit kepala yang terlalu sering merupakan tanda bahwa Anda membutuhkan kacamata. Sakit kepala akan Anda alami setelah berkonsentrasi untuk memfokuskan sesuatu dalam waktu yang lama. Sakit kepala biasa dialami setelah berjam-jam berada di depan monitor computer. Sakit kepala karena gangguan pada mata terjadi di kepala bagian depan. Sakit kepala bisa berkembang menjadi rasa nyeri yang berlangsung selama berjam-jam.
3. Tidak Bisa Membaca Tulisan Jarak Dekat
Jika Anda selalu menjauhkan buku atau tulisan dari mata Anda, bisa dipastikan bahwa Anda butuh kacamata membaca. Kejadian ini biasa dialami oleh seseorang yang berusia di atas 40 tahun. Pertambahan usia memang berhubungan dengan penurunan kerja lensa mata.
4. Salah Menilai Jarak
Jika Anda sering salah memperkirakan jarak saat memarkirkan mobil atau salah melihat kedalaman suatu bangunan, maka Anda butuh sebuah kacamata. Saat Anda menggunakan kacamata maka dapat meningkatkan persepsi seseorang untuk menentukan kedalaman suatu bangunan (persepsi bangun ruang).
5. Cepat Lelah
Jika Anda cepat merasa lelah setelah mengerjakan tugas yang ringan, bisa diartikan bahwa mata Anda di luar fokus. Otak manusia akan lebih terstimulasi saat fungsi penglihatan normal. Penglihatan kabur dapat disebabkan oleh kelelahan atau kurangnya konsentrasi yang berakibat pada penurunan kinerja tubuh.
Jika jawaban Anda “iya” pada salah satu alasan di atas, sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan mata dan menggunakan kacamata. Sifat menunda-nunda hanya akan memperburuk keadaan. Penglihatan yang prima akan mendukung kinerja Anda prima juga.

Blogger templates


animated_happy~Be Your Self ~animated_happy